CARA BUDIDAYA IKAN PATIN
Peluang serta cara budidaya ikan patin yang menjanjikan
Bicara soal ikan ada salah satu jenis ikan yang belakangan ini
mulai populer dikalangan masyarakat yaitu ikan patin, jenis ikan ini banyak
dikonsumsi karena rasa dagingnya gurih dan lezat sehingga bisa menjadi salah
satu menu masakan untuk keluarga, saya sendiri termasuk suka dengan masakan
dari ikan patin. Dari situlah ada peluang yang bisa dilakukan untuk
membudidayakan ikan patin sebab permintaan pasar akan ikan patin terus melonjak
yang tidak disertai pasokan yang memadai, baca juga artikel
tentang cara budidaya belut dalam drum. Untuk itu pada
kesempatan kali ini saya akan memberikan cara budidaya ikan patin yang mungkin bisa berguna bagi kalian yang ingin memulai usaha
ternak ikan patin.
Dalam cara
budidaya ikan patin kalian harus
mempersiapkan hal-hal yang diperlukan, seperti kolam untuk pembudidayaannya,
bibit ikan patin dan yang lainnya, untuk bibitnya sendiri kalian bisa
membelinya dari para penjual bibit ikan patin atau bila kalian menginginkan
bibit ikan patin yang berkualitas bisa menyediakannya sendiri dengan cara
membeli indukan ikan patin, bila kalian membeli indukannya sebaiknya pilihlah
yang sudah siap dipijah supaya tidak terlalu lama menunggu, kriteria indukan
yang sudah siap dipijah antara lain :
Peluang serta cara budidaya ikan
patin yang menjanjikan
- Untuk indukan yang betina paling tidak
umurya harus 3 tahun dan yang jantan paling tidak berumur 2 tahun.
- Pilihlah indukan betina yang beratnya
sekitar 2 kg atau lebih.
- Pilihlah indukan betina yang perutnya
terlihat membesar lurus kearah anus.
- Pilihlah indukan yang kulit perutnya
lembek serta tipis.
- Pada saat diraba perut indukan yang
betina terasa empuk dan halus.
- Saat indukan jantan perutnya diurut akan
mengeluarkan sperma berwarna putih sedangkan yang betina akan mengeluarkan
butiran telur.
Agar telur-telur dalam perut indukan betina bisa keluar
dan dibuahi oleh sang jantan bisa diberikan obat perangsang seperti kelenjar
hipofise yang bisa didapatkan dari bagian otak ikan mas, setelah didapatkan
kemudian dimasukkan dalam wadah dan ditumbuk dan dicampurkan dengan aquades
yang bisa didapatkan diapotek, bila sudah tercampur lalu suntikkan pada
punggung indukan betina. Setelah 4 hari biasanya telur tersebut akan menetas
dan kalian bisa melakukan proses perawatan bibit tersebut.
Bibit ikan yang baru berusia 1 hari bisa dipindahkan
dalam wadah atau aquarium yang tidak harus besar, dalam wadah tersebut bisa
diisi dengan bibit ikan sekitar 500 ekor dan pada saat itu kalian tidak perlu memberinya
makan karena bibit ikan tersebut masih memiliki sisa makanan dari kuning telur
yang menempel sehabis menetas, setelah selang waktu 3 hari barulah kalian bisa
memberinya makan dengan emulsi kuning telur secukupnya, setelah bibit ikan
tersebut dirasa sudah membesar pakannya bisa diganti dengan kutu air atau
jentik nyamuk sampai umurnya sudah cukup untuk dipindah dalam kolam pembesaran.
Untuk proses pembesarannya sendiri kalian harus
mempersiapkan kolam yang ukurannya bisa kalian tentukan sendiri, sebelum kolam
diisi air kalian harus melakukan pemupukan pada kolam tersebut, setelah
pemupukan selesai dan diisi air bisa dilakukan penyebaran benih lalu kalian
harus merawatnya baik itu secara rutin memberinya pakan atau selalu menjaga
kebersihan air kolam, pemberian pakan untuk ikan tersebut bisa disesuaikan
dengan siring pertumbuhan ikan, untuk pakannya sendiri bisa dikasih pelet serta
pakan alami yang diberikan secara konsisten 2 kali sehari. Setelah bobot ikan
patin sudah siap untuk dipanen atau sesuai dengan bobot yang kalian inginkan
bisa langsung memanennya untuk kemudian dijual.
Demikianlah informasi
tentang cara budidaya ikan patin, semoga informasi ini bisa
berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dari saya dan saya ucapkan
terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar