Kamis, 21 September 2017

BUDIDAYA IKAN NILA UNGGULAN / ALLI ROHMANN)

 

CARA CEPAT MEMBUDIDAYAKAN IKAN NILA






blogallirohman.blogspot.com

adalah ikan yang pertumbuhan dan perkembangan biakannya paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan nilan dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan rasa dagingnya yang enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang relatif tinggi dan sekaligus masa pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.
Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini

Kebiasaan makan ikan Nila


Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.
Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya.
Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosex

Pembenihan Ikan Nila


Lahan atau kolam untuk pembenihan ikan nila dibagi dalam dua kelompok yaitu kolam pemijahan dan kolam pendederan. Kolam-kolam sebaiknya dibuat dengan pematang yang kuat , tidak porous ( rembes ), ketinggian pematang aman ( minimal 30 cm dari permukaan air ), sumber pemasukan air yang terjamin kelancarannya, dan luas kolam masing – masing 200 m2. Di samping itu perlu di perhatikan juga keamanan dari hama pemangsa ikan seperti anjing air, burung hantu, kucing dan lain-lain, sehingga dianjurkan agar agar lingkungan perkolaman babas dari pohon pohon yang tinggi dan rindang, sementara sinar matahari pun dapat masuk ke dalam kolam.
Induk ikan nila mempunyai bobot rata-rata 300 g/ekor. perbandingan betina dan jantan untuk pemijahan adalah 3:1 dengan padat tebar 3 ekor /m2. Pemberian pakan berbentuk pellet sebanyak 2% dari bobot biomassa per hari dan diberikan tiga kali dalam sehari. Induk ikan ini sebaiknya didatangkan dari instansi resmi yang melakukan seleksi dan pemuliaan calon induk diantaranya Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamandi, sehingga kualitas kemurnian dan keunggulannya terjamin.

Induk nila betina dapat matang telur setiap 45 hari. Setiap induk betina menghasilkan larva ( benih baru menetas ) pada tahap awal sekitar 300 g sebanyak 250-300 ekor larva. Jumlah ini akan meningkat sampai mencapai 900 ekor larva sesuai dengan pertambahan bobot induk betina ( 900 g ). Setelah selesai masa pemijahan dalam satu siklus ( 45 hari ), induk-induk betina diistirahatkan dan dipisahkan dari induk jantan selama 3-4 minggu dan diberi pakan dengan kandungan protein diatas 35 %.
Setelah dua minggu massa pemeliharaan adaptasi kolam biasanya induk induk betina mulai ada yang beranak,menghasilkan larva yang biasanya masih berada dalam pengasuhan induknya. Larva larva tersebut dikumpulkan dengan cara diserok memakai serokan yang terbuat dari kain halus dan selanjutnya di tampung dalam hamppa atau wadah berukuran 2 × 0,9 × 0,9 . Pengumpulan larvadilakukan beberapa kali dalam sehari dan usahakan larva yang berkumpul ditampung minimal dalam satu hampa.
Juntansasi Bnih Ikan Nila
Untuk mendapatkan binih ikan nila tunggalkelamin jantan (monosex) maka dilakukan proses jantanisasi. Untuk keperluan ini diperlukan minimal 24 buah hamppa ukuran masing masing 2 × 0,9 × 0,9  yang di tempatkan dalam kolam dengan luas yang berukuran 400 dan kedalama air minimal 1,5 m. Kedalaman setiap hamppa dapat di isi larva ikan sebanyak 20.000 – 30.000 ekor. Larva diberi pakan berbentuk tepyng yang telah dicampur dengan hormon 17 Alpha Methyl Testososteron sampai massa pemeliharan 17 hari.
Larva hasil proses jantanisasi  selanjutnya dipelihara dalam pendadaran berukuran 200 m. Kolam sebelimnya harus dikeringkan,lumpurnya dikeruk, dan diberi kapur sebanyak 50 kg. Dan diberi pupuk kotoran ayam sebanyak 250 g/m. Setelah pemupukan dan pengapuran selesai maka kolam di isi secara berlahan sampai kolam berisi air mencapai ketinggian 70 cm. Digenangi selama tiga hari, diberi pupu urea dan TSP masing masing sebanyak 2,5 g/m. Setelah kolam pendederan berisi air selama 7 hari. Binih ikan hasil jantanisasi dimasukkan dalam kepadatan 250 ekor/m. Pemberian pakan dapat dilakukan dalam bentuk tepung yang kusus untuk benih ikan. Pemupukanulang dengan urea dan TSP dilakukan seminggu sekali dengan takaran massing masing 2,5 g/m dan 1,25 g/m kolam dan diberikan selama pemmeliharan ikan selama 21 hari. Ikan dengan bobot rata rata 1,25 g bisa di panen. Untuk panen bibit ikan nila sebaik ya digunakan dengan jaring eret pada penangkapan awal.bila jumplah ikan dalam kolam diperkirakan tinggi sedikit baru dilakukan pengeringan airnya.

Cara Budidaya Ikan Nila
ikan mempunyai daya tahan yang baik selama selama diangkut apabila perutnya dalam keadan kosong dan suhu air media relatif dingin. Oleh karnaitu apabila akan panen dan diangkut sebaikn ya ikan tidak usah diberi pakan 1 hari. Pengankutan menggunakan kantong plastik, dimana sebagian seper empat berisi air dan tiga perempat bagian berisi oksigan murn yang berisi es balok 20 X 20 X 20 cm ( es balok berada dalam media air bersama benih ikan). Kantong plastik dengan volume 20 l bisa diisi ikan berukuran 5 cm maksimal 1500 ekor/kantong  dengan lama massa konsentrasi dalam kantong sekitar 10 jam.
Pembesaran ikan nila ditambak
Usaha pembesaran ikan nila ditambak dengan sistem monokurtre, mempunyai pasaran produksi dengan pasar domestik maupun expor.untuk pembesaran nila ditambak yang pertama dilakukan adalah tambak diperbaiki pematangnya, saluran air dan pintu pintu lainya. Lumpur dasar tambak dianggkat selanjutnya tambak dikeringkan, sehingga semua hama ikan yang suka mengganggu bissa musnah. Pengapuran dilakukana dengan takaran 50 g/m, dan pemupukan  seperti dengan cara diatas setra jaga dan kondisika penyusuaian pemberian pakan supaya tidak terjadi kekerdilan dalam jumplah yang banyak..setelah itu ikan siap di panen dan kemudian dipasarkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar