Kamis, 21 September 2017

BUDIDAYA IKAN PATIN YANG MENJANJIKAN / (ALLI ROHMANN)

CARA BUDIDAYA IKAN PATIN

blogaliirohmannn.blogspot.com
Peluang serta cara budidaya ikan patin yang menjanjikan 
Bicara soal ikan ada salah satu jenis ikan yang belakangan ini mulai populer dikalangan masyarakat yaitu ikan patin, jenis ikan ini banyak dikonsumsi karena rasa dagingnya gurih dan lezat sehingga bisa menjadi salah satu menu masakan untuk keluarga, saya sendiri termasuk suka dengan masakan dari ikan patin. Dari situlah ada peluang yang bisa dilakukan untuk membudidayakan ikan patin sebab permintaan pasar akan ikan patin terus melonjak yang tidak disertai pasokan yang memadai, baca juga artikel tentang cara budidaya belut dalam drum. Untuk itu pada kesempatan kali ini saya akan memberikan cara budidaya ikan patin yang mungkin bisa berguna bagi kalian yang ingin memulai usaha ternak ikan patin.
Dalam cara budidaya ikan patin kalian harus mempersiapkan hal-hal yang diperlukan, seperti kolam untuk pembudidayaannya, bibit ikan patin dan yang lainnya, untuk bibitnya sendiri kalian bisa membelinya dari para penjual bibit ikan patin atau bila kalian menginginkan bibit ikan patin yang berkualitas bisa menyediakannya sendiri dengan cara membeli indukan ikan patin, bila kalian membeli indukannya sebaiknya pilihlah yang sudah siap dipijah supaya tidak terlalu lama menunggu, kriteria indukan yang sudah siap dipijah antara lain :

 

Peluang serta cara budidaya ikan patin yang menjanjikan

  1. Untuk indukan yang betina paling tidak umurya harus 3 tahun dan yang jantan paling tidak berumur 2 tahun.
  2. Pilihlah indukan betina yang beratnya sekitar 2 kg atau lebih.
  3. Pilihlah indukan betina yang perutnya terlihat membesar lurus kearah anus.
  4. Pilihlah indukan yang kulit perutnya lembek serta tipis.
  5. Pada saat diraba perut indukan yang betina terasa empuk dan halus.
  6. Saat indukan jantan perutnya diurut akan mengeluarkan sperma berwarna putih sedangkan yang betina akan mengeluarkan butiran telur.

Agar telur-telur dalam perut indukan betina bisa keluar dan dibuahi oleh sang jantan bisa diberikan obat perangsang seperti kelenjar hipofise yang bisa didapatkan dari bagian otak ikan mas, setelah didapatkan kemudian dimasukkan dalam wadah dan ditumbuk dan dicampurkan dengan aquades yang bisa didapatkan diapotek, bila sudah tercampur lalu suntikkan pada punggung indukan betina. Setelah 4 hari biasanya telur tersebut akan menetas dan kalian bisa melakukan proses perawatan bibit tersebut.
Bibit ikan yang baru berusia 1 hari bisa dipindahkan dalam wadah atau aquarium yang tidak harus besar, dalam wadah tersebut bisa diisi dengan bibit ikan sekitar 500 ekor dan pada saat itu kalian tidak perlu memberinya makan karena bibit ikan tersebut masih memiliki sisa makanan dari kuning telur yang menempel sehabis menetas, setelah selang waktu 3 hari barulah kalian bisa memberinya makan dengan emulsi kuning telur secukupnya, setelah bibit ikan tersebut dirasa sudah membesar pakannya bisa diganti dengan kutu air atau jentik nyamuk sampai umurnya sudah cukup untuk dipindah dalam kolam pembesaran.
Untuk proses pembesarannya sendiri kalian harus mempersiapkan kolam yang ukurannya bisa kalian tentukan sendiri, sebelum kolam diisi air kalian harus melakukan pemupukan pada kolam tersebut, setelah pemupukan selesai dan diisi air bisa dilakukan penyebaran benih lalu kalian harus merawatnya baik itu secara rutin memberinya pakan atau selalu menjaga kebersihan air kolam, pemberian pakan untuk ikan tersebut bisa disesuaikan dengan siring pertumbuhan ikan, untuk pakannya sendiri bisa dikasih pelet serta pakan alami yang diberikan secara konsisten 2 kali sehari. Setelah bobot ikan patin sudah siap untuk dipanen atau sesuai dengan bobot yang kalian inginkan bisa langsung memanennya untuk kemudian dijual.
Demikianlah informasi tentang cara budidaya ikan patin, semoga informasi ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dari saya dan saya ucapkan terima kasih.


BUDIDAYA IKAN NILA UNGGULAN / ALLI ROHMANN)

 

CARA CEPAT MEMBUDIDAYAKAN IKAN NILA






blogallirohman.blogspot.com

adalah ikan yang pertumbuhan dan perkembangan biakannya paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan nilan dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan rasa dagingnya yang enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang relatif tinggi dan sekaligus masa pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.
Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini

Kebiasaan makan ikan Nila


Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.
Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya.
Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosex

Pembenihan Ikan Nila


Lahan atau kolam untuk pembenihan ikan nila dibagi dalam dua kelompok yaitu kolam pemijahan dan kolam pendederan. Kolam-kolam sebaiknya dibuat dengan pematang yang kuat , tidak porous ( rembes ), ketinggian pematang aman ( minimal 30 cm dari permukaan air ), sumber pemasukan air yang terjamin kelancarannya, dan luas kolam masing – masing 200 m2. Di samping itu perlu di perhatikan juga keamanan dari hama pemangsa ikan seperti anjing air, burung hantu, kucing dan lain-lain, sehingga dianjurkan agar agar lingkungan perkolaman babas dari pohon pohon yang tinggi dan rindang, sementara sinar matahari pun dapat masuk ke dalam kolam.
Induk ikan nila mempunyai bobot rata-rata 300 g/ekor. perbandingan betina dan jantan untuk pemijahan adalah 3:1 dengan padat tebar 3 ekor /m2. Pemberian pakan berbentuk pellet sebanyak 2% dari bobot biomassa per hari dan diberikan tiga kali dalam sehari. Induk ikan ini sebaiknya didatangkan dari instansi resmi yang melakukan seleksi dan pemuliaan calon induk diantaranya Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamandi, sehingga kualitas kemurnian dan keunggulannya terjamin.

Induk nila betina dapat matang telur setiap 45 hari. Setiap induk betina menghasilkan larva ( benih baru menetas ) pada tahap awal sekitar 300 g sebanyak 250-300 ekor larva. Jumlah ini akan meningkat sampai mencapai 900 ekor larva sesuai dengan pertambahan bobot induk betina ( 900 g ). Setelah selesai masa pemijahan dalam satu siklus ( 45 hari ), induk-induk betina diistirahatkan dan dipisahkan dari induk jantan selama 3-4 minggu dan diberi pakan dengan kandungan protein diatas 35 %.
Setelah dua minggu massa pemeliharaan adaptasi kolam biasanya induk induk betina mulai ada yang beranak,menghasilkan larva yang biasanya masih berada dalam pengasuhan induknya. Larva larva tersebut dikumpulkan dengan cara diserok memakai serokan yang terbuat dari kain halus dan selanjutnya di tampung dalam hamppa atau wadah berukuran 2 × 0,9 × 0,9 . Pengumpulan larvadilakukan beberapa kali dalam sehari dan usahakan larva yang berkumpul ditampung minimal dalam satu hampa.
Juntansasi Bnih Ikan Nila
Untuk mendapatkan binih ikan nila tunggalkelamin jantan (monosex) maka dilakukan proses jantanisasi. Untuk keperluan ini diperlukan minimal 24 buah hamppa ukuran masing masing 2 × 0,9 × 0,9  yang di tempatkan dalam kolam dengan luas yang berukuran 400 dan kedalama air minimal 1,5 m. Kedalaman setiap hamppa dapat di isi larva ikan sebanyak 20.000 – 30.000 ekor. Larva diberi pakan berbentuk tepyng yang telah dicampur dengan hormon 17 Alpha Methyl Testososteron sampai massa pemeliharan 17 hari.
Larva hasil proses jantanisasi  selanjutnya dipelihara dalam pendadaran berukuran 200 m. Kolam sebelimnya harus dikeringkan,lumpurnya dikeruk, dan diberi kapur sebanyak 50 kg. Dan diberi pupuk kotoran ayam sebanyak 250 g/m. Setelah pemupukan dan pengapuran selesai maka kolam di isi secara berlahan sampai kolam berisi air mencapai ketinggian 70 cm. Digenangi selama tiga hari, diberi pupu urea dan TSP masing masing sebanyak 2,5 g/m. Setelah kolam pendederan berisi air selama 7 hari. Binih ikan hasil jantanisasi dimasukkan dalam kepadatan 250 ekor/m. Pemberian pakan dapat dilakukan dalam bentuk tepung yang kusus untuk benih ikan. Pemupukanulang dengan urea dan TSP dilakukan seminggu sekali dengan takaran massing masing 2,5 g/m dan 1,25 g/m kolam dan diberikan selama pemmeliharan ikan selama 21 hari. Ikan dengan bobot rata rata 1,25 g bisa di panen. Untuk panen bibit ikan nila sebaik ya digunakan dengan jaring eret pada penangkapan awal.bila jumplah ikan dalam kolam diperkirakan tinggi sedikit baru dilakukan pengeringan airnya.

Cara Budidaya Ikan Nila
ikan mempunyai daya tahan yang baik selama selama diangkut apabila perutnya dalam keadan kosong dan suhu air media relatif dingin. Oleh karnaitu apabila akan panen dan diangkut sebaikn ya ikan tidak usah diberi pakan 1 hari. Pengankutan menggunakan kantong plastik, dimana sebagian seper empat berisi air dan tiga perempat bagian berisi oksigan murn yang berisi es balok 20 X 20 X 20 cm ( es balok berada dalam media air bersama benih ikan). Kantong plastik dengan volume 20 l bisa diisi ikan berukuran 5 cm maksimal 1500 ekor/kantong  dengan lama massa konsentrasi dalam kantong sekitar 10 jam.
Pembesaran ikan nila ditambak
Usaha pembesaran ikan nila ditambak dengan sistem monokurtre, mempunyai pasaran produksi dengan pasar domestik maupun expor.untuk pembesaran nila ditambak yang pertama dilakukan adalah tambak diperbaiki pematangnya, saluran air dan pintu pintu lainya. Lumpur dasar tambak dianggkat selanjutnya tambak dikeringkan, sehingga semua hama ikan yang suka mengganggu bissa musnah. Pengapuran dilakukana dengan takaran 50 g/m, dan pemupukan  seperti dengan cara diatas setra jaga dan kondisika penyusuaian pemberian pakan supaya tidak terjadi kekerdilan dalam jumplah yang banyak..setelah itu ikan siap di panen dan kemudian dipasarkan.


BUDIDAYA BELUT UNGGULAN / ( ALLI ROHMANN)

Cara Budidaya Belut di Kolam dan Drum


Cara beternak belut di kolam dan drum. Beternak atau budidaya belut saat ini mulai digemari seiring dengan banyaknya permintaan akan belut dan ketersediaan belut dipasar dari hasil penangkapan secara alami semakin sedikit.

Beternak belut sebenarnya tidak begitu susah karena belut dapat dibudidayakan baik itu dalam kolam ataupun drum.

Cara Budidaya Belut didalam kolam adalah dengan cara membuat kolam sedangkan jika beternak dalam drum maka wadah untuk pemeliharaan yang digunakan adalah drum itulah perbedaan keduanya sedangkan dalam tehnis budidaya sama saja. Perlu diingat bahwa belut akan cepat besar jika medianya cocok sehingga dalam budidaya belut dalam kolam dan drum media harus menjadi perhatian yang utama.

Media yang baik untuk beternak belut di kolam dan drum adalah lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg. Karena belut tetap memerlukan air maka dalam beternak belut dalam kolam dan drum ini sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam.

Bibit belut yang ingin diternakkan tersebut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan tambahan untuk ternak belut nantinya secara alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit belut yang akan diternakkan dimasukkan.

Sifat kanibalisme dalam beternak belut di kolam dan drum yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan dalam budidaya belut tersebut tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, saya dapat memasukkan hingga 9.400 bibit, katanya.
Pakan yang diberikan agar budidaya belut haruslah segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00.

Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi,

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan belut yang dibudidayakan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.

Hama utama dalam budidaya belut di kolam dan drum adalah kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali,

Perlu diingat selain pakan, yang perlu diperhatikan dalam budidaya belut di kolam atau drum adalah kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan.

Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.

Suhu air optimal untuk beternak belut perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen.




BUDIDAYA IKAN MAS UNGGULAN / (ALLI ROHMANN)

Panduan lengkap budidaya ikan mas



Ikan mas (Cyprinus carpio) didatangkan ke Indonesia dari Eropa dan Tiongkok. Menurut catatan sejarah, sejak tahun 1860 masyarakat Ciamis, Jawa Barat, sudah menguasai cara membenihkan ikan mas dengan bantuan kakaban. Suatu alat yang terbuat dari ijuk untuk meletakkan telur hasil pembuahan.
Budidaya ikan mas idealnya dilakukan pada ketinggian 150-1000 meter dpl. Suhu ideal untuk pertumbuhan ikan mas berada pada rentang 20-25oC dengan pH air berkisar 7-8.

Dewasa ini, usaha budidaya ikan mas terbagi menjadi 2 macam yaini usaha pembenihan dan pembesaran. Usaha pembenihan menghasilkan bibit unggul yang untuk dibesarkan lebih lanjut. Pasar usaha pembenihan adalah petani ikan yang menekuni usaha pembesaran. Sedangkan usaha pembesaran menghasilkan ikan berukuran konssumsi konsumen ahhir.

Pemelihan Bibit Ikan Emas

           
Untuk memulai usaha budidaya ikan mas, halpertama yang harus diperhatikan adalah memilih bibitatau calon indukan. Calon indukkan ini diusahakan harus dari keturunan yang memiliki sifat unggul. Sehingga memiliki benih yang memiliki produksivitas yang tinggi. Calon indukan ikan mas dipelihara dalam kolam pembibitan, dipisahkan antara indukan jantan dan betina. Pemisahhan dilakukan sampai kedua induk siap memijah. Peroser pemijahan atau proses perkawinan, dipisahkan antara indukan jantan dan betina. Pemisahan dilakukan sampai kedua indukan siap menempelkan telur hasil pembuahan.



Pembesaran Ikan Mas
Binih yang digunakan dalam usaha budidaya ikan mas biasanya berukuran 10- 12 cm atau berbobot sekitar 80 – 100 g / ekor. Ukuran benih sebesar ini diharapkan sudah cukup kuat untuk dibesarkan. Sehingga resiko kegagalan bisa ditekan. Lama pembesaran ikan mas berkisar 2-3 bulan.budidaya ikan mas bisa dilakukan dalam berbagi tehnik seperti metode air deras,air tenang atau tempang sari. Medium atau medianya bisa berupa kolam tanah, tembok, terpal atau sawah kerambak dan jaring apung.
a.      Kolam tanah ( air tenag )

Sebagian besarpetani melakukan budidaya ikan mas dikolam air tenang atau tanah. Kolam tanah banyak dipakai karna cara membuatnya mudah dan biaya pembuattanya mudah. Berikut ini adalah langkah langkah budidaya ikan mas di kolam tanah:
Sebelum kolam digunakan lakukan lebih dulu pembajakan dasar kolam, penjemuran,pengapuran, pemupukan dan penggenanyan air.  Persiapan kolam ini membutuhkan waktu  1-2 minggu, tergantung cuaca sesaat penjemuran kolam.
Gunakan benih ikan mas berukuran 100 g/ekor. Kapasita untuk kolam tanah berukuran 1-2 ekor/m. Berikan pakan utama berupa pelet dengan kadar protein 25%. Dosis pemberian pakan sebanyak 3-4% dari bobot ikan. Misalnya untuk ikan dengan bobot 100 g berikan pakan pelet 3-4 /ekor/ hari. Bila kita menanam 1000 ekor ikan mas berarti dibutuhkan pakan sebanyak 3-4 kg/hari. Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari. Setiap 2 minggu lakukan penimbangan. Dalam waktu 3 bulan bobot ikan akan menyampai 300-400 g/ekor. Dengan ukuran sebesar ini ikan sudah dapat dipanen. Bila terus dipelihara biaya pakan tidak ekonomis lagi kecuali harga tawaran ikan yanglebih tinggi.

b.      Kolam air deras

Kolam air deras adalah tempat budidaya ikan dengan sirkulasi yang cepat. Untuk membuat kolam air deras diperlukan debit air  yang beras dan arus yang kuat. Kelebihan budidaya ikan mas dikolam air deras adalah ikan akan terus bergerak sehingga nafsumakan lebih besar. Selain itu kadar oksigen terarut dalam  kolam air deras yang relatif lebih tinggi. Sehingga kolam air deras memiliki kapasitas padat lebar ikan ikan yang lebih besar dibandingkan kolam air tenang. Luas kolam air deras biasanya berukuran kecil, tidak sebesr air tenang. Lahan area kolam dipetak petekkan menjadi ukuran kolam yang kecil kecil agar aliran air bisa tetap deras. Kedalaman kolam ini harus dibuat lebih dalam dibandingkan kolam air tenah. Dinding kolam terbuat dari tembok untuk mengantisipasi erosi yang disebabkan derasnya air yang mengikis.

c.       Jaring apung

Budi daya ikan mas  dijaring  apung biasanya dilakukan di waduk waduk besar atau danau. Bahan yang digunakan untuk keranggka kolam adalah bambu atau kayu.kerangka tersebut akan mengapung di atas air dengan bantalan dari drum atau derigen.agar kerangka tidak terbawa arus air , harus dipasang jangkar atau penambat ke dasar kolam. Jarig apung biasanya dilengkapi dengan hal hal berikut :
1.      Gunakan jaring berukuran 1,5 cm, kedalam jaring apung 3 m.
2.      Gunakan benih berukuran 100 g / ekor, kapasitas tebal lebar jaring apung sekitar 30 ekor/m.
3.      Pakan berupa elet dengan kadar proten 25%.
4.      Jumplah pakan yang dibutuhkan setiap hari adalah 4% dari bobot tubuh ikan.
5.      Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari.
6.      Ikan mas bisa dipanen setelah berusia 3 bulan dengan ukuran 300-400g / ekor.

Pengendalian hama dan penyakit

                       

Usaha pembudidayan ikan mas sangat pesat, seiring dengan itu penyebaran penyakit pun menjadi resiko yang wajib diperhitungkan. Untuk meminimalkan resiko setiap budidaya perlu mengetahui berbagai penyakit yang biasa menyerang ikan mas.


Panen budidaya ikan mas

            Secara umum tingkat keekonomian pembesaran ikan berada pada kisaran 300-400 g/ekor. Bobot ikan dibawah itu masih punya potensi untuk di besarkan . sedangkan melebihi bobot tersebut ikan mas sudah tidak ekonomis untuk dibesarkan. Porsi pakan yang dikonsumsi sudah tidak sebanding dengan harga ikan itu.